Strict Standards: mktime(): You should be using the time() function instead in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/vvisit_counter.php on line 32

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/helper/vvisit_counter.php on line 28

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/helper/vvisit_counter.php on line 120

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/helper/vvisit_counter.php on line 123

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/vvisit_counter.php on line 38

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/pupukdua/public_html/plugins/system/vvisit_counter/vvisit_counter.php on line 92
Budidaya Kambing

Budidaya Kambing

1.) Rahasia Sukses Budidaya Kambing

Dengan biaya pakan yang turun naik dan harga bahan bakar yang tinggi, Peternak kambing yang pintar akan mencari cara untuk mengoperasikan ternak mereka lebih menguntungkan dan efisien. Beberapa cara efisiensi biaya dan kegiatan menghemat waktu dibawah mungkin bisa menjadi pilihan yang berguna. berikut rahasianya:

 

1. Mengenal Ternak Anda 

Cobalah untuk menghabiskan beberapa menit setiap hari di saat waktu tidak memberikan pakan ternak, cobalah lihat perilaku yang tidak biasa. cobalah memeriksa hewan yang mengisolasi diri dan menghabiskan banyak waktu berbaring dan tidak terpanggil untuk makan segera. Karena Kehilangan domba betina menjadi catatan besar bagi peternak dan dimasukkan kedalam buku historis peternakan 

2. Belajarlah mengenai peternakan Kambing

Kumpulkan lah ilmu dari para dokter hewan dan orang-orang yang memiliki pengetahuan domba yang baik. Sejumlah buku yang berguna, seminar Domba dan browsing internet dengan segala kekayaan informasinya merupakan sebuah investasi yang sangat berarti. Dengan informasi yang memadai yang anda miliki dengan cepat akan memungkinkan anda untuk fokus dan cepat pada penghematan biaya yang sesuai manajemen dan kesehatan. 

3. Apakah kawanan Kambing sehat kalau di biarkan diluar kandang 

Tempat teduh merupakan hal yang penting pada saat cuaca panas maka sediakan lah tempat ini untuk saat ternak anda diluar kandang. Dan apabila anda bisa memiliki ini dan bisa menernakkan ternak anda di luar kandang utama maka lakukanlah, karena dengan membiarkan ternak di luar kandang akan membuat anda melakukan efisiensi dan penghematan biaya dalam menyediakan tempat tidur ternak dan biaya mengurus kotoran ternak. Dengan menggunakan metode ini selain memberikan efisiensi metode kawanan ternak di luar kandang atau ranch juga memberikan image bahwa peternakan kita merupakan industry peternakan yang professional dan menguntungkan 

4. Potong Biaya pakan ternak anda dengan menggunakan metode umbar atau padang rumput

Jika padang rumput terbatas kenapa tidak sewa? Atau mungkin bahkan tetangga anda akan memberikan anda gratis lahannya asalkan ternak anda membantu memotong pendek rumput mereka, dalam hal ini pastikan tempat anda mengumbar ternak memiliki pagar yang cukup aman dan tidak memiliki masalah dengan predator Kambing. Dengan metode ini ada dua hal yang harus anda perhatikan yaitu memerlukan rotasi yang teratur dan jadwal pemberian obat cacing yang terschedule terutama dengan anak-anak domba. 

5. Pertimbangkan Sumber Pakan Tambahan Untuk Potong Biaya 

Pakan tambahan yang biasa di gunakan Diantaranya seperti batang jagung, lobak, apel, labu, selada, kubis, brokoli, seledri, dan roti bekas atau sisa, dan untuk mendapatkan beberapa hal ini sangat simple tinggal hubungi toko kelontong terdekat untuk beberapa item makanan dibuang. Kami telah menggunakan sisa bijian jagung bebas dari biji-bijian jagung kebun tetangga. Dan juga produk sampingan dari pembuatan ethanol juga merupakan bahan pakan alternative yang baik untuk domba

6. Air bersih dan segar harus selalu tersedia

Air adalah sumber makanan termurah dan paling berharga yang anda miliki untuk domba.sehingga gunakanlah air dengan sebaik mungkin, untuk itu air yang anda sediakan harus anda perhatikan agar tidak berubah menjadi es pada saat musim salju dan menjadi air panas pada saat musim panas. Selain itu dengan menggunakan air ini juga dapat memastikan memudahkan kita untuk memberikan mineral sesuai yang di butuhkan sehingga kita tidak akan mendapatkan ternak kita mengalami defisiensi mineral yang bila terjadi akan menyebabkan biaya yang sangat mahal untuk kita, dan ingat Gunakan hanya mineral yang diformulasikan khusus untuk domba dimana biasanya mineral ini akan memiliki kandungan tembaga yang lebih rendah .

7. Pelajari Prosedur Kesehatan & Manajemen Kambing

Pemotongan kuku, pemberian obat cacing, Pencukuran bulu dan membantu proses kelahiran Dll adalah kegiatan yang akan meningkatkan tabungan anda. Dan untuk ini carilah pedapat dari para ahli ahli yang memiliki pengalman jauh di atas anda, sehingga kegiatan ini akan memaksimalkan kegiatan perawatan yang anda lakukan. Dan perawatan yang baik ini akan mengurangi kemungkinan domba akan sakit dan otomati mengurangi biaya anda untuk mendatangkan dokter hewan ataupun mengantarkan domba anda kerumah sakit hewan di mana disini mencapai 60 $ US, jadi kalaupun itu terjadi dan anda harus mendatangkan dokter pelajarilah ilmu dan proses penanganan yang dia lakukan sehingga kedatangan dokter yang mahal juga merupakan ajang anda untuk mendapatkan ilmu kedokteran hewan 

8. Belanja obat sesuai kebutuhan kesehatan ternak 

Produk kesehatan bervariasi dalam harga. Beli saja apa yang Anda butuhkan dan pastikan obat-obatan yang anda beli tidak akan kedaluwarsa dalam waktu dekat. Anda dapat menghemat uang dengan bekerja sama dengan dokter hewan atau orang yang berpengetahuan domba dalam membangun program vaksinasi yang terprogram. Selain obat obatan dari perusahaan farmasi sebenarnya anda pun bisa memilih obat obatan alternative dari lingkungan anda, sehingga akan memurahkan biaya pengobatan ternak anda, beberapa contoh yang mungkin bisa sebagai sampel anda adalah Menggunakan baking soda dan minyak goreng untuk mengobati Kembung, molases sebagai pendongkrak energi, dan Pepto-Bismol untuk obat diare , dan masih banyak lagi contoh lainnya.

9. Berimprovisasi dengan produk sehari hari untuk efisiensi alat alat anda

Karpet dan pintu bekas dapat anda buat menjadi penahan angin untuk domba,potongan-potongan kecil karpet bekas yang anda miliki juga bisa menjadi hambalan lutut anda yang nyaman pada saat membantu anak domba, Palet dapat digunakan untuk pagar sementara, Ember bekas bisa diubah untuk pakan sendok atau untuk mendisinfeksi kaki. Tali jemuran dapat dibuat menjadi alat pembuka dan penutup gerbang, Sebuah ban gantung dapat digunakan sebagai tempat pemberian mineral mineral. Timbangan kamar mandi dapat digunakan untuk menimbang domba. Dan masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan sal kita mau berimprovisasi

10. Mencari Pasar Alternatif 

Menjual dalam pameran untuk mendapatkan pelanggan individu, menjual domba untuk domba Paskah menjual domba untuk acara liburan keagamaan, dan menjual di Pasar lokal memiliki banyak potensi di daerah perkotaan. Jika Anda menernakkkan domba wol, pemintal mungkin tertarik untuk mengontak anda untuk membeli bulu anda sebagai bahan dasar baju hangat. Anda dapat menghindari biaya sewa gudang dengan menjual domba pribadi anda pada musim semi sebagai domba gembala

11. Kambing melahirkan tiga ekor adalah sebuah tantangan dan Keuntungan

Umumnya, ibu tidak mampu membesarkan anaknya pada saat hal ini terjadi (dia hanya menjaga yang ia mampu), untuk itu Anda mungkin perlu melakukan perhatian khusus untuk membantu pasokan susu yang cukup bagi ketiga anaknya. Mempertahankan domba dengan cara memberikan susu dengan botol memang bisa di lakukan namun ini tidak efisien untuk anda baik dari segi biaya ataupun waktu, untuk itu mungkin lebih baik untuk memberikan kepada petani sekitar 1 ekor sehingga mereka yang akan dapat merawatnya dengan senang hati sampai dengan mereka besar, hal ini biasa di lakukan oleh peternak peternak domba terdahulu Beberapa seumur hidup peternak domba sampai awal mereka dengan cara ini. 

12. Jauhkan semua betina yang tidak menguntungkan untuk di pelihara 

domba ini menyebabkan biaya untuk anda, yaitu domba domba yang bukan indukan baik, penghasil daging domba yang buruk, pertambahan bobot domba yang buruk,indukan yang susunya jelek dan sedikit dan domba domba yang tumbuhnya tidak baik

13. Cara terbaik untuk mengembangkan peternakan anda adalah simpanlah induk terbaik

Pilihlah anak yang tingkat kelahirannnya dua dan pilih dari indukan yang produktiv menghasilkan susu pastikan domba pilihan anda untuk dikembangkan memiliki struktur tubuh yang baik yang juga sehat , domba kelahiran sendiri memiliki daya tahan tubuh terhadap kuman kuman yang ada di daerah dia lahir 

14. Dan Yang Terakhir 

Ingat kambing Anda harus bekerja untuk Anda-bukan sebaliknya! Ini saatnya untuk mengevaluasi kembali operasi Anda ketika Anda menemukan diri Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk ternak yang sering sakit dan masalah manajemen kandang.

----------------------------------------

SUMBER :  Harnadi Hajri, S.Pd

Sumber : http://wahanacorp.blogspot.com/2012/02/rahasia-sukses-budadaya-kambing.html

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2.)Belajar Budidaya Kambing dari Nol

I.        PENDAHULUAN

                Kambing merupakan salah satu jenis ternak yang cukup digemari masyarakat, namun skala usahanya masih terbatas dengan sistem pemeliharaan dan perkembangbiakan secara tradisional. Kambing sudah lama diusahakan oleh masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50-150 gr/hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu : harus mengenal bangsa kambing dan cirri-ciri kambing untuk bibit, bahan pakan dan cara pemberiannya, serta tata laksana.

                Pemeliharaan ternak kambing sangat mudah karena tidak membutuhkan keterampilan yang khusus, sehingga peternak baru pun mampu secara cepat belajar manajemen pemeliharaan. Usaha ternak di pedesaan tidak memerlukan modal yang besar, karena dapat dilakukan dengan sistem gaduhan (bagi hasil anak), ataupun dengan pembelian induk yang tidak terlalu mahal bila dibandingkan dengan ternak besar. Penyediaan sumber pakan hijauan yang ada di pedesaan umumnya cukup berlimpah, seperti rumput lapangan, leguminosa, limbah pertanian (limbah sayuran, tanaman pangan, perkebunan), dan lainnya. Selain itu, dalam berusaha ternak kambing tidak perlu memiliki lahan yang luas, hanya diperlukan kandang (sesuai dengan jumlah yang akan dipelihara), pakan yang dapat diambil dari kebun, lapangan umum atau digembalakan di lahan-lahan umum (lapangan, di perkebunan, dan tempat lainnya).

II.       MENGENAL BANGSA KAMBING

1.     Kambing Kacang

swakelola kambing kacang

Gambar Kambing Kacang

Kambing ini asli dari Indonesia dan memiliki cirri : badan kecil, pendek, telinga pendek, tegak, leher pendek, punggung meninggi, bertanduk baik jantan atau betina, tinggi badan 55-65 cm dan bobot hidup jantan sekitar 25 kg dan betina sekitar 20 kg.

2.     Kambing PE (Peranakan Etawah)

kambing PE

Gambar Kambing PE

Kambing ini merupakan persilangan kambing kacang dengan kambing etawah. Memiliki tanda-tanda antara lain telinga panjang sekitar 18-30 cm; bobot hidup dewasa jantan mencapai 40 kg dan betina sekitar 35 kg; tinggi punggung berkisar antara 76-100 cm; pada jantan, bulu bagian atas dan bawah leher, serta pundak lebih tebal dan agak panjang, sedangkan pada betina hanya bagian paha yang lebih panjang. Warna kambing ini bervariasi dari coklat sampai hitam.

3.     Kambing Merica

Kambing merica banyak terdapat di pulau Sulawesi, tubuhnya lebih kecil dari kambing kacang dan diduga masih satu keturunan dengan kambing kacang.

4.    Kambing Gembrong

kambing gembrong

Gambar  Kambing Gembrong

Kambing ini banyak terdapat di Pulau Bali, memiliki tubuh lebih besar dari kambing kacang dan mempunyai bulu yang panjang, terutama yang jantan.

Selain kambing penghasil daging, ada kambing yang digunakan sebagai penghasil susu atau kambing tipe perah. Kambing ini mampu menghasilkan susu walaupun produktivitasnya rendah, namun harga susu kambing lebih mahal dibandingkan dengan susu sapi,. Berikut ini adalah contoh kambing tipe perah :

1.     Kambing Saanen

kambing saanen

Gambar  Kambing Saanen 

Kambing Saanen berasal dari Lembah Saanen Switzerland, memiliki tanda-tanda baik jantan maupun betina tidak bertanduk; warna putih atau krem pucat atau muda; hidung, telinga, dan ambing belang hitam; dahi lebar; telinga sedang dan tegak.

2.    Kambing Etawah (Jamnapari)

kambing etawah janapari

Gambar  Kambing Etawah / Jamnapari

Kambing etawah asli atau dikenal dengan kambing jamnapari berasal dari daerah Jamnapari India, dengan ciri-ciri hidung melengkung, telinga panjang (30 cm) terkulai, kaki panjang, dan berbulu panjang pada garis belakang kaki, warna bulu belang hitam putih atau merah, atau coklat putih. Jantan dan betina bertanduk dengan tinggi badan jantan dewasa mencapai 90-127 cm, dan yang betina dewasa antara 76-92 cm. Bobot badan jantan dewasa 36-63 kg. Rataan produksi susu kurang lebih 3 liter/ekor/hari dengan ambing relatif besar dan panjang seperti botol.

3.    Kambing Alpine

kambing alpine

Kambing ini ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk, tubuhnya besar dan tingginya sama dengan kambing saanen. Warna bulu bermacam-macam, dari putih sampai kehitam-hitaman dengan warna muka ada garis putih di atas hidung. Kambing ini dikenal sebagai kambing penghasil susu.

4.     Kambing (Anglo)-Nubian

kambing anglo

Gambar Kambing Anglo Nubian 

Kambing Anglo Nubian atau sering di sebut kambing Nubian memiliki bulu yang pendek, berkaki panjang, dan dapat menyesuaikan diri di daerah panas. Kambing ini merupakan kambing yang subur (beranak kembar) dan ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk.

Untuk memilih kambing calon bibit, sebaiknya peternak mengenal ciri-ciri calon bibit, baik pada jantan maupun betina. Calon bibit jantan hendaknya memiliki : tubuh yang sehat, besar (sesuai umur), relatif panjang, dan tidak cacat; dada dalam dan lebar, dengan kaki lurus dan kuat serta tumit tinggi; penampilan gagah, aktif dan besar nafsu kawinnya; buah zakarnya normal (2 buah sama besar); alat kelaminnya kenyal dan dapat ereksi; kambing yang digunakan untuk bibit sebaiknya dari keturunan kembar; bulu bersih dan mengkilat. Seperti halnya pada jantan, betina calon bibit juga harus sehat, tidak terlalu gemuk dan tidak cacat, kaki lurus dan kuat dan alat kelamin normal. Sebaiknya dipilih kambing yang mempunyai sifat keibuan dan memiliki ambing normal (halus, kenyal, tidak ada infeksi). Sebaiknya dipilih dari keturunan kembar. Bulu bersih dan mengkilat.

                Dalam maemilih calon bibit, hindari ternak cacat atau tidak normal, antara lain rahang atas dan bawah tidak rata; tanduk tumbuh melingkar menusuk leher; hanya mempunyai satu buah zakar, atau mempunyai dua buah tapi besarnya tidak sama; terdapat infeksi atau pembengkakan pada ambing/buah susu (untuk betina); kaki berbentuk huruf X atau pengkor; buta atau rabun, yang dapat diketahui dengan menunjuk-nunjukkan jari telunjuk di depan matanya, apabila ada reaksi berkedip berarti  ternak tersebut tidak buta; ternak majil/mandul.

                Selain itu, peternak juga harus mampu menentukan umur kambing. Pendugaan umur dapat dilakukan dengan melihat kartu identitas, dan dapat juga dengan melihat jumlah gigi seri tetap yang tumbuh. Bila gigi seri tetap belum ada, kambing berumur kurang dari satu tahun. Apabila sudah tumbuh gigi tetap sebanyak satu pasang (dua buah), maka diperkirakan berumur 1-2 tahun. Bila terdapat dua pasang, berarti kambing diperkirakan berumur antara 4-5 tahun. Apabila gigi seri tampak sudah mulai aus atau lepas, maka kambing tersebut sudah berumur lebih dari 5 tahun.

                Jika akan mengawinkan kambing, maka ternak betina harus dalam keadaan birahi dan sehat. Ternak kambing jantan dan betina harus di kumpulkan dalam satu kandang kawin. Perkawinan dapat terjadi 2 atau 3 kali, tetapi apabila ternak betina tidak mau di kawinkan lagi, berarti ternak betina tersebut telah bunting dan harus dipisahkan dengan ternak jantan.

                Ternak betina yang bunting mempunyai ciri-ciri nampak lebih besar, lebih gemuk di bagian perutnya, bulu makin mengkilap, ambing susunya makin membengkak dan menjadi besar, begitu pula dengan dengan puting susunya.

 

III.      PAKAN DAN PEMBERIANNYA

                Pakan berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, seperti produksi (tumbuh besar, gemuk, dan susu) dan untuk bereproduksi (kawin, bunting, beranak, dan menyusui). Pemberian pakan harus sesuai dengan kebutuhannya dan jumlahnya di sesuaikan dengan status fisiologis ternaknya. Sebagai patokan umum yaitu 10% bahan kering dari bobot badan. Contoh : bila bobot hidup kambing 25 kg maka pemberian hijauan sekitar 2,5 kg kering atau 5 kg basah.

Pakan untuk kambing dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sumber energi, sumber protein, dan sumber mineral. Sumber energi antara lain jagung, sorgum, dedak padi, dedak gandum, dedak jagung, ketela rambat, singkong, onggok, rumput-rumputan dan jerami padi. Bahan pakan yang merupakan sumber protein antara lain jenis leguminosa glirisidia, turi, lamtoro, centrocema, dan sisa pertanian seperti : daun kacang, daun singkong, bungkil kedelai, biji kapas, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain. Sebagai sumber mineral misalnya air minum yang harus selalu tersedia di dalam kandang.

                Hijauan dapat disediakan dengan cara mencari di alam atau dapat pula dibudidayakan. Penanaman dapat dilakukan di areal yang tidak dimanfaatkan untuk tanaman pertanian, seperti di galengan/pematang sawah, pinggir jalan, tanah desa, di lereng atau bahkan dapat di tanam sebagai pagar hidup, atau di areal tanam sebagai monokultur.

                Berbagai jenis hijauan yang dapat digunakan adalah rumput-rumputan (rumput alam, rumput gajah, setaria, rumput benggala, rumput raja dan lain sebagainya) dan leguminosa (daun kacang-kacangan, lamtoro, turi, glirisida, kaliandra, albasia dan lain-lain). Hijauan yang berasal dari sisa hasil panen seperti daun ubi, daun nangka, daun kacang tanah, daun kacang kedelai, dan daun pisang juga dapat digunakan sebagai pakan kambing. Dalam pemberian pakan hijauan, perlu diperhatikan imbangan antara rumput dan daun leguminosa dikaitkan dengan kondisi fisiologis ternak. Pada kambing dewasa, pemberian pakan rumput dan leguminosa dapat diberikan dengan perbandingan 3:4. Namun bila ternak dalam keadaan bunting, sebaiknya perbandingan rumput dan daun leguminosa adalah 3:2. Lain halnya bila kambing sedang menyusui, perbandingan sebaiknya 1:1. Anak kambing lepas sapih diberikan rumput dan daun leguminosa dengan perbandingan 3:2. Hindari pemberian hijauan yang masih muda. Jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan selama minimal 12 jam untuk menghindari terjadinya bloat(kembung) pada kambing.

Pakan sebaiknya diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), dan diberikan juga air minum dan garam beryodium secukupnya. Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah, dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur berupa campuran dedak, ampas tahu, dan bahan lain yang tersedia sebanyak 0,5-1 kg/ekor/hari.

Bahan pakan berupa hijauan juga dapat diawetkan pada saat hijauan melimpah, seperti membuat silase atau hay. Jerami padi dan kacang-kacangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan kambing di saat musim kemarau.

 

IV.     TATA LAKSANA

4.1.         Kandang

                Kandang terbuat dari bahan yang kuat dan harga murah dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lokasi. Kandang harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah). Sebaiknya dibuat kandang dalam bentuk panggung dengan sekat yang dapat dibongkar pasang dan lantai dari bambu atau papan. Di belakang kandang dibuat penampungan kotoran dan sisa pakan. Sebagai patokan ukuran luas kandang adalah :  untuk jantan dewasa dibutuhkan 1,5 m2, untuk betina dewasa 1 m2,  untuk betina menyusui 1,5 m2, anak dan kambing muda 0,75 m2. Usahakan ada lampu penerang yang dipasang di dalam kandang. Selain itu, di dalam kandang juga perlu disediakan tempat pakan dan minum.

                Model kandang panggung memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah kandang menjadi bersih karena kotoran jatuh ke bawah, kebersihan ternak lebih terjamin, lantai kandang selalu kering, dan pertumbuhan kuman dan parasit jamur dapat ditekan. Namun demikian, beberapa kelemahan dari kandang panggung antara lain biaya relatif mahal, resiko ternak terperosok atau jatuh, dan kandang memikul ternak lebih berat.

4.2.         Pengelolaan Reproduksi.

                Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam 2 tahun. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

a.   Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6-10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan mencapa 55-60 kg.

b.   Lama birahi 24-45 jam, siklus birahi berselang selama 17-21 hari.

c.    Tanda-tanda birahi: gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau atau diam bila dinaiki. Bila birahi pagi, maka esok atau sorenya harus dikawinkan

d.   Perbandingan jantan dan betina 1:10.

e.   Dengan pengelolaan yang baik, kambing dapat beranak 7 bulan sekali.

f.    Pekawinan kembali setelah melahirkan 1 bulan kemudian

g.   Penyapihan anak dilaksanakan pada 3-4 bulan.

Mengawinkan Ternak:

      Saat yang baik untuk mengawinkan kambing adalah 12-18 jam setelah tanda-tanda birahi muncul. Campurkan betina berahi dan pejantan dalam satu kandang. Hindari perkawinan sedarah atau garis keturunan yang sama antara jantan dan betina atau yang masih dekat hubungan kekerabatannya (anak dengan bapak, anak dengan induk, atau antar saudara kandung).

Ternak Melahirkan:

Tanda-tanda induk akan melahirkan:

a.   Pinggul mengendur.

b.   Ambing tampak besar dan puting susu terisi penuh.

c.    Alat kelamin (vulva) membengkak kemerah-merahan dan lembab.

d.   Gelisah, menggaruk-garuk tanah atau lantai kandang dan sering mengembik.

e.   Nafsu makan menurun.

Persiapan Perawatan Kelahiran:

a.   Bersihkan kandang.

b.   Sediakan alas yang kering dan bersih untuk menyerap cairan yang keluar selama proses kelahiran (jerami atau karung goni).

c.    Sediakan jodium tinctur untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar

Proses Kelahiran :

a.   Kantong ketuban pecah.

b.   Beberapa saat kemudian anak mulai keluar.

c.    Setelah anak lahir, potong tali pusar dan oleskan jodium tinctur pada bekas potongannya.

d.   Biarkan induk menjilati anak yang baru lahir. Jika induk tidak mau menjilati, bersihkan cairan yang menempel dengan menggunakan kain lap yang bersih dan kering.

e.   Bersihkan lubang hidung dan mulut anak kambing yang baru lahir agar mudah bernafas

Perawatan anak yang baru lahir:

a.   Setelah lahir, anak akan segera menyusu pada induknya. Sebaiknya anak dibantu untuk dapat segera menyusu ibunya.

b.   Anak yang tidak segera menyusu dalam waktu 12 jam setelah lahir harus segera diberi susu pengganti kolostrum.

Pembuatan susu kolostrum buatan:

                Campurkan 0,25-0,5 liter susu sapi atau susu bubuk dengan 1 sendok teh minyak ikan, 1 butir telor ayam dan setengah sendok makan gula pasir. Berikan dengan cara dicekok 3-4 kali sehari.

4.3.         Pengendalian Penyakit

                Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi, dan vaksinasi. Adapun penyakit yang sering menyerang ternak kambing adalah :

a.     Kurap/Kudis (Scabies)

Penyakit ini disebabkan oleh parasit kulit (termasuk kutu). Tanda-tanda yang diperlihatkan adalah: gelisah karena gatal, bulu rontok, kulit merah dan menebal. Tempat yang sering diserang yaitu muka, telinga, pangkal ekor, leher, dan bagian lainnya. Pencegahan  dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan ternak, serta memisahkan ternak sakit dari ternak yang sehat.

b.     Kembung Perut (Bloat/Thympani)

Penyakit ini disebabkan oleh  gas yang timbul karena makanan (rumput muda). Tanda-tanda yang diperlihatkan antara lain : perut sebelah kiri membesar, nafas pendek dan cepat, serta tidak mau makan. Pencegahan dilakukan dengan tidak memberi rumput muda. Bila terjadi,  beri ternak kambing larutan gula merah dan asam jawa, dan keluarkan gas dengan menguras perut kambing. Apabila ada ternak yang sakit, pisahkan dari kelompoknya.

c. Lain-lain

SUMBER :  Harnadi Hajri, S.Pd

http://wahanacorp.blogspot.com/2012/02/belajar-budidaya-kambing-dari-nol.html

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3.) BUDIDAYA TERNAK KAMBING

kambingternak

  1. KELUARAN
    Ternak kambing produksi optimal
  2. BAHAN
    Kambing, pakan, peralatan konstruksi kandang, lahan
  3. ALAT
    Tempat pakan/minum
  4. PEDOMAN TEKNIS
    1. Jenis kambing asli di Indonesia adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawa (PE)
    2. Memilih bibit
      Pemilihan bibit diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Pemilihan calon bibit dianjurkan di daerah setempat, bebas dari penyakit dengan phenotype baik.
      1. Calon induk
        Umur berkisar antara > 12 bulan, (2 buah gigi seri tetap), tingkat kesuburan reproduksi sedang, sifat keindukan baik, tubuh tidak cacat, berasal dari keturunan kembar (kembar dua), jumlah puting dua buah dan berat badan > 20 kg.
      2. Calon pejantan
        Pejantan mempunyai penampilan bagus dan besar, umur > 1,5 tahun, (gigi seri tetap), keturunan kembar, mempunyai nafsu kawin besar, sehat dan tidak cacat.
    3. Pakan
      1. Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat).
      2. Pakan tambahan dapat disusun dari (bungkil kalapa, bungkil kedelai), dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
      3. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dsb.
      4. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15 % berat badan (dasar bahan segar)
    4. Pemberian pakan induk
      Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
    5. Kandang
      Pada prinsipnya bentuk, bahan dan konstruksi kandang kambing berukuran 1 1/2 m² untuk induk secara individu. Pejantan dipisahkan dengan ukuran kandang 2 m², sedang anak lepas sapih disatukan (umur 3 bulan) dengan ukuran 1 m/ekor. tinggi penyekat 1 1/2 - 2 X tinggi ternak.
    6. Pencegahan penyakit : sebelum ternak dikandangkan, kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing, dan parasit eksternal dengan dimandikan.
  5. SUMBER
    Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id.
  6. KONTAK HUBUNGAN
    Departemen Pertanian RI, Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan - Pasar Minggu, Jakarta 12550 - Indonesia

4.) TERNAK KAMBING

  1. PENDAHULUAN
    Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.
  2. BIBIT
    Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.
    • Ciri untuk calon induk:
      1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
      2. Jinak dan sorot matanya ramah.
      3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
      4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
      5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
      6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.
    • Ciri untuk calon pejantan :
      1. Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.
      2. Kaki lurus dan kuat.
      3. Dari keturunan kembar.
      4. Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.
  3. MAKANAN
    Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
    Cara pemberiannya :
    • Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.
    • Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg/ekor/hari.
  4. TATA LAKSANA
  1. Kandang
 
  1. Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
    Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
    Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekorkandangkambing
    Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
    Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
    Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
    Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor
  2. Pengelolaan reproduksi
    Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
    Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
    1. Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
      mencapai 55 - 60 kg.
    2. Lama birahi 24 - 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 - 21 hari.
    3. Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
      dinaiki.
    4. Ratio jantan dan betina = 1 : 10
      Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :
      1. Masa bunting 144 - 156 hari (.... 5 bulan).
      2. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.
  3. Pengendalian Penyakit

 .        Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.

  1. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.
  2. Pasca Panen

 .        Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.

  1. Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.

                        CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING

  1. Pengeluaran

 .        Bibit

  • Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-
  • Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-
    Total Rp. 1.450.000,-
  1. Kandang Rp. 500.000,-
  2. Makanan Rp. 200.000,-
  3. Obat-obatan Rp. 100.000,-
    Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-
  4. Pemasukan

 .        Dari anaknya
Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,-

  1. Dari induk
    Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,-
  2. Dari kotoran :
    Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-
  3. Keuntungan

 .        Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-

  1. Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000
  2. Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan.

                        SUMBER
Brosur Ternak Kambing, Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jakarta Pusat (tahun 1997).

                        KONTAK HUBUNGAN
Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No. 11 Jakarta Pusat, Tel. (021) 626 7276, 639 3771 atau 600 7252 Pes. 202 Jakarta.

----------------------------------------------

Sumber informasi : http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a16

Contact Us

0811.988.2222, 0858.9015.2222,

0819.0881.3222

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web : www.pupukduaputri.com